Diperbarui: 14 Agu
HABIS kapal Madleen, terbitlah Handala. Tak kapok dengan apa yang menimpa Madleen bulan lalu, Gabungan lembaga kemanusiaan independen Freedom Flotilla Coalition (FFC) menjadwalkan akan memberangkatkan kapal Handala –yang membawa aneka bantuan kemanusiaan– dari Siracusa, Italia ke Jalur Gaza, Palestina, pada Minggu (13/7/2025).
Pada 1 Juni lalu, FFC memberangkatkan kapal Madleen yang berlayar –dengan menggunakan bendera Inggris– dari Sisilia, Italia dengan membawa persediaan susu formula, 100 kilogram tepung, 250 kilogram beras, popok, barang keperluan wanita, hingga alat-alat kesehatan. Madleen berlayar dengan 11 kru dan aktivis, di antaranya anggota Parlemen Eropa Rima Hassan asal Prancis, aktivis kemanusiaan Thiago Avila dari Brasil, dan Greta Thunberg asal Swedia.
Namun saat masih berlayar di perairan internasional dekat Siprus pada dini hari 9 Juni 2025, mereka dicegat Angkatan Laut (AL) Israel dan ke-11 aktivis itu diculik ke Israel. Setelah beberapa hari diinterogasi, mereka dikembalikan ke negara asal masing-masing. Meski tak senahas kapal bantuan kemanusiaan MV Mavi Marmara yang diberangkatkan lembaga HAM Türkiye, İHH, pada 2010 silam hingga menewaskan 10 orang dan melukai 12 lainnya, tetap saja misi Madleen menembus blokade Israel demi menyelamatkan dua juta populasi Gaza yang butuh bantuan kemanusiaan tak tercapai.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















