Diperbarui: 6 Sep
ORANG Aceh sulit ditaklukkan oleh militer Belanda. Perang Aceh berkobar sejak 1873. Ekspedisi militer Belanda pertama di Aceh harus memakan korban yang cukup memalukan. Jenderal Mayor J.H.R. Kohler terbunuh oleh penembak runduk Aceh. KNIL kehilangan banyak serdadu di Aceh. Kerkhof (pemakaman) Aceh adalah bukti kegigihan orang Aceh.
Setelah tahun 1889, militer Belanda menyadari taktik lama melawan orang Aceh tidak efektif. Pasukan KNIL dalam jumlah besar tak bisa bergerak terpisah jauh dari jalur logistik. Lalu terpikir oleh mereka sebuah pasukan kecil yang mampu bergerak mandiri meski jauh dari pangkalan.
“Pada tahun 1889 dibentuk dua detasemen pengawalan mobil yang dapat dianggap sebagai pelopor korps yang sesudah dua puluh tahun akhirnya merupakan jawaban terhadap masalah-masalah militer yang dikemukakan oleh Perang Aceh,” tulis Paul van t’Veer dalam Perang Aceh: Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












