- 18 Jul 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 11 Jul
PERANG Aceh jadi perang yang sulit dimenangkan tentara Belanda. Sedari 1873 hingga 1904, Belanda terpaksa menguras dana sangat besar demi memenangkan perang itu. Bahkan di awal penyerangan saja, tentara Belanda sudah kehilangan Jenderal Mayor JHR Kohler.
Meski sudah menyerang pusat Kerajaan Aceh, perlawanan orang Aceh tak berhenti. Setelah kawasan yang kini disebut Banda Aceh itu dikuasai tentara Belanda, pihak pejabat Belanda menyebut kawasan itu sebagai Kutaraja.
“Banda Aceh yang sekarang itu disebut Kutaraja oleh mereka. Padahal Bandar Aceh namanya,” terang Hermansyah, filolog Aceh dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniri, kepada Historia.id.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















