top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ho Chi Minh Bapak Bangsa Vietnam

Ho Chi Minh menunjukkan diri bukan hanya patriot dan pemimpin, tapi juga bapak dan guru bagi rakyat Vietnam.

Oleh :
11 Jun 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ho Chi Minh. (Repro LIFE, 22 Maret 1968).

Diperbarui: 12 Jun 2025

PADA 2 September 1945, Ho Chi Minh berdiri di depan ribuan orang yang memadati Ba Dinh Square di Hanoi. Paman Ho, begitulah dia biasa disapa, membacakan teks proklamasi kemerdekaan Vietnam yang panjang. Dia mengutip Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Nadanya datar tapi pasti, dengan penekanan di sana-sini.

 

“Seluruh rakyat Vietnam bertekad untuk menggalang semua kekuatan fisik dan mentalnya, untuk mengorbankan hidup dan hartanya supaya mengamankan kebebasan dan kemerdekaan Vietnam...”

 

Namun, perjuangan Ho Chi Minh untuk kemerdekaan dan kesatuan Vietnam belum usai. Masih melewati jalan terjal; menghadapai Prancis yang ingin kembali menguasai bekas koloninya dan Amerika Serikat yang ingin membendung komunisme.

 

Sejak mula, Ho Chi Minh menunjukkan diri bukan hanya patriot dan pemimpin tapi juga bapak dan guru bagi rakyat Vietnam. Bersahaja. Kharismatik. Dikagumi kawan dan lawan. Presiden Sukarno dalam buku Sarinah menyebut: “...di mana rantai imperialisme itu paling lemah? Di Indonesia dan Vietnam.”

 

William J. Duiker dalam biografi Ho Chi Minh menyebut: “Ho Chi Minh adalah separo Lenin dan separo Gandhi.”*

 

Berikut ini laporan khusus Ho Chi Minh:

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page