- 12 Jun 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 19 Mei
HO CHI MINH berjenggot putih dengan pakaian sederhana ala Vietnam dan selalu beralas kaki potongan ban. Ia lahir 19 Mei 1890 (sumber lain menyebut 1892) dan wafat 2 September 1969, tujuh tahun sebelum penyatuan kedua Vietnam. Tokoh bersahaja ini, menurut Roeslan Abdulgani, memperoleh gelar doktor honoris causa dari Universitas Padjajaran Bandung tahun 1959. Ia mengaku sekolah dari alam. “Alam mengajar saya bagaimana mencintai dan membenci: membenci penindas, egoisme, dan perang.”
Strategi Perjuangan
Perjuangan Ho Chi Minh dimulai dengan mempersiapkan embrio partai secara rahasia. Tahun 1925, di Canton, ia menciptakan sel partai dengan merekrut kader-kader. Filsafat perjuangannya seperti buah. Bila kita melihat buah, hanya terlihat kulitnya saja. Isi di dalamnya terus berkembang. Kekuatan buah itu terletak pada bijinya yang keras dan tidak tampak dari luar.
Jika buah itu jatuh dan membusuk, bijinya bertebaran di tanah dan kembali tumbuh menjadi tanaman yang kemudian berbuah lagi. Untuk melancarkan aksi di Vietnam, Ho memiliki dua basis. Pertama, co sa atau “tempat berpijak”; keluarga yang bersimpati pada gerakan, menampung mereka untuk sementara, dan ikut melakukan kamuflase. Kedua, chien ku atau “zona perang” tempat partai, gerilyawan, dan rakyat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















