top of page

Hartini, First Lady yang Tak Diakui

Kisah Hartini mendampingi Sukarno di masa kejayaan dan kejatuhannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hartini dan Sukarno diapit oleh Dubes AS Howard Jones dan istri. (Repro Indonesia the Possible Dream).

20 Apr 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 5 jam yang lalu

CINTA. Itulah yang membuat Sukarno rela menduakan Fatmawati, istri yang telah memberinya lima putra dan putri, dan berpaling ke Hartini. Apa yang ada di benak Bung Besar?  


“Aku bertemu dengan Hartini. Aku jatuh cinta kepadanya,” kata Sukarno kepada penulis otobiografinya Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat. “Dan percintaan kami begitu romantis, sehingga orang dapat menulis sebuah buku tersendiri mengenai hal itu.”   


Menggantikan Fatmawati dari hati Sukarno tak serta merta menjadikan Hartini sebagai Ibu Negara. Predikat itu tetap melekat pada Fatmawati sekalipun dirinya memilih minggat dari Istana. Ketetapan demikian memang telah menjadi janji Sukarno terhadap anak-anaknya. Bahwa tak akan ada permaisuri di Istana Negara selain ibu kandung mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page