top of page

Hoegeng Membuka Buku Hitam

Ferdy Sambo disebut memiliki Buku Hitam yang berisi catatan penting. Dua Kapolri ini juga punya Buku Hitam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapolri Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso disambut anggota Polri. (ANRI).

23 Okt 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 27 Mar

MANTAN Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, selalu membawa buku bersampul hitam termasuk saat menjalani persidangan. Buku Hitam itu berisi catatan pribadi Sambo sejak Kombes sampai menjalani kasus hukum.


Kuasa Hukum Sambo, Rasamala Aritonang mengaku tidak mengetahui secara spesifik isi Buku Hitam milik kliennya itu. Namun, dikutip dari cnnindonesia.com, Rasamala menyatakan jika ada informasi penting dalam Buku Hitam itu dan berguna untuk memperbaiki situasi dan keadaan dalam Polri, maka hal itu bisa saja disampaikan Sambo.


Dalam sejarah kepolisian, dua Kapolri pernah menyebut Buku Hitam. Pertama, Jenderal Pol. Awaloedin Djamin (1927–2019), Kapolri kedelapan (1978–1982), menyebut “Buku Hitam” untuk buku saku yang berisi pengetahuan dasar kepolisian sehingga mudah dibawa kemana saja oleh anggota polisi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page