top of page

Hubungan Aneh Belanda-Aceh

Aceh pernah sangat membenci Belanda, begitu juga sebaliknya. Tapi mereka pun pernah mesra dan para rajanya saling bertukar hadiah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi orang Aceh yang dibuat petualang Portugis pada 1540 (Wikimedia Commons).

  • 14 Jul 2019
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

HUBUNGAN antara Aceh dan Belanda memang aneh. Dalam sejarah, kedua pihak tak jarang terlibat dalam bentrokan besar, yang tentunya merugikan (terutama secara ekonomi) bagi Belanda maupun Aceh. Bahkan untuk menguasai wilayah paling ujung Sumatera tersebut, Belanda perlu menerapkan strategi khusus yang  belum pernah dilakukannya di negeri manapun juga. 


Namun Aceh dan Belanda pernah sama-sama tertarik menjalin hubungan dagang dan birokrasi. Itu terjadi pada paruh pertama abad ke-17. Aceh adalah pandangan pertama Belanda ketika akan memulai menguasai perdagangan Nusantara. Mereka tahu bahwa Aceh telah menjalin hubungan yang sangat luas dengan India, Pesia, dan Timur Tengah.


“Kontak awal dengan Aceh jauh daripada menguntungkan bagi orang Belanda karena mereka bergantung pada kemauan baik Raja Aceh,” tulis Cees van Dijk dalam “Utusan, Budak, Seorang Pelukis, dan Beberapa Siswa” dimuat Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600-1950.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
bg-gray.jpg
Saksi bisu perlawanan dari zaman ke zaman. Tempat singgah bagi aktivis.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Kurangnya koordinasi dan adanya miskomunikasi bikin aksi massa pertama para pemuda gagal. Ada yang ditangkap massa.
Kurangnya koordinasi dan adanya miskomunikasi bikin aksi massa pertama para pemuda gagal. Ada yang ditangkap massa.
transparant.png
bottom of page