- 14 Jul 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Jul
HUBUNGAN antara Aceh dan Belanda memang aneh. Dalam sejarah, kedua pihak tak jarang terlibat dalam bentrokan besar, yang tentunya merugikan (terutama secara ekonomi) bagi Belanda maupun Aceh. Bahkan untuk menguasai wilayah paling ujung Sumatera tersebut, Belanda perlu menerapkan strategi khusus yang belum pernah dilakukannya di negeri manapun juga.
Namun Aceh dan Belanda pernah sama-sama tertarik menjalin hubungan dagang dan birokrasi. Itu terjadi pada paruh pertama abad ke-17. Aceh adalah pandangan pertama Belanda ketika akan memulai menguasai perdagangan Nusantara. Mereka tahu bahwa Aceh telah menjalin hubungan yang sangat luas dengan India, Pesia, dan Timur Tengah.
“Kontak awal dengan Aceh jauh daripada menguntungkan bagi orang Belanda karena mereka bergantung pada kemauan baik Raja Aceh,” tulis Cees van Dijk dalam “Utusan, Budak, Seorang Pelukis, dan Beberapa Siswa” dimuat Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600-1950.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















