top of page

Mitos dan Fakta Kolera di Aceh

Mitos kolera di Aceh akibat perang jin. Belanda menggunakannya sebagai senjata.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sketsa karya Edouard Vermorcken yang menggambarkan panglima perang Belanda, Jenderal J.H.R. Kohler tewas ditembak di Aceh pada 1873. (Wikipedia Commons).

17 Apr 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 16 Mei

KONON penyakit kolera (ta’eun) yang membuat masyarakat Aceh kalang kabut adalah akibat ulah perang jen (jin). Jin kafir menyerang jin muslim dengan panah. Mereka berlindung di antara manusia tanpa membedakan muslim atau bukan. Akibatnya, banyak manusia terkena panah itu yang menyebabkan penyakit kolera.


Mitos muasal kolera itu disebut dalam buku De Atjehers karya Snouck Hurgronje. Ia tinggal di Aceh dari 1857 hingga 1936. "Sebagaimana di Jawa," kata Snouck, "kekuatan-kekuatan gaib memainkan peran penting berkaitan dengan cacar dan kolera, meskipun konsepsi orang Aceh sangat berbeda rinciannya dengan konsepsi Jawa."


Di balik mitos itu, ternyata epidemi kolera di Aceh berawal dari serangan Belanda yang bagi orang Aceh adalah perang sabil melawan kafir. "Terhadap Belanda, rakyat Aceh sudah bertekad sabil, menang atau syahid," tulis Mohammad Said dalam Aceh Sepanjang Abad Jilid 2. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page