top of page

Ibunya Dieksekusi, Alfa Balas Dendam kepada Wali Kota

Alfa Giubelli menyaksikan ibunya dieksekusi karena dituduh mata-mata fasis. Setelah dewasa, ia membalas dendam dengan membunuh wali kota yang menjadi otak pembunuhan ibunya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Alfa Giubelli. (Repro Majalah Minggu Pagi, 7 April 1957).

28 Mei 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

ALFA GIUBELLI, seorang wanita muda di Italia, dipenjara karena membalas dendam kepada seorang pria yang menjadi otak pembunuhan ibunya. Perbuatannya dikecam sekaligus dibela. Bagi mereka yang membela, Alfa adalah korban dari kejahatan perang. Sedangkan pengecam memandang Alfa sebagai sisa-sisa fasisme Italia yang harus disingkirkan.


Kisahnya bermula pada 1944. Ibu Alfa, Margherita Ricciotti menjadi target kelompok partisan yang dipimpin Aurelio Bussi, seorang gerilyawan komunis yang dipanggil Nino atau Palmi. Menurut Giampaolo Pansa dalam La destra siamo noi, Margherita yang berusia 36 tahun dianggap sebagai seorang fasis, meskipun ia tidak pernah mengangkat jari untuk melawan partisan di daerah tersebut.


Sementara suaminya, Pietro Giubelli, berada di daerah lain di Italia utara dan telah bergabung dengan Republik Sosial Italia (Repubblica Sociale Italiana, RSI) yang dipimpin oleh Benito Mussolini. “Di desa mereka, keluarga Giubelli dikenal sebagai keluarga pendukung rezim Mussolini. Namun, mereka kebanyakan adalah orang miskin,” tulisnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page