- 28 Mei 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
ALFA GIUBELLI, seorang wanita muda di Italia, dipenjara karena membalas dendam kepada seorang pria yang menjadi otak pembunuhan ibunya. Perbuatannya dikecam sekaligus dibela. Bagi mereka yang membela, Alfa adalah korban dari kejahatan perang. Sedangkan pengecam memandang Alfa sebagai sisa-sisa fasisme Italia yang harus disingkirkan.
Kisahnya bermula pada 1944. Ibu Alfa, Margherita Ricciotti menjadi target kelompok partisan yang dipimpin Aurelio Bussi, seorang gerilyawan komunis yang dipanggil Nino atau Palmi. Menurut Giampaolo Pansa dalam La destra siamo noi, Margherita yang berusia 36 tahun dianggap sebagai seorang fasis, meskipun ia tidak pernah mengangkat jari untuk melawan partisan di daerah tersebut.
Sementara suaminya, Pietro Giubelli, berada di daerah lain di Italia utara dan telah bergabung dengan Republik Sosial Italia (Repubblica Sociale Italiana, RSI) yang dipimpin oleh Benito Mussolini. “Di desa mereka, keluarga Giubelli dikenal sebagai keluarga pendukung rezim Mussolini. Namun, mereka kebanyakan adalah orang miskin,” tulisnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















