- 12 Sep 2023
- 7 menit membaca
Diperbarui: 28 Apr
DI DEPAN jendela kamarnya di Hotel Campo Imperatore di puncak Gran Sasso, Italia, Benito Mussolini duduk santai pada 12 September 1943 sekira pukul 2 siang. Seiring cuaca cerah yang membuyarkan halimun pagi sebelumnya, mata pemimpin fasis Italia itu menikmati panorama Pegunungan Apenina.
Padahal, kepalanya overthinking tak karuan. Fasisme yang ia dirikan di negerinya sudah di ujung tanduk sejurus penahanan dirinya sejak 25 Juli 1943 oleh pasukan Carabinieri (polisi militer). Selain kantor-kantor partai fasisnya di berbagai kota sudah ditutup, Sisilia sudah diduduki Sekutu, dan pemerintahannya telah dijatuhkan Raja Vittorio Emanuele III dibantu Marsekal Pietro Badoglio.
Memang kawan Mussolini, Jerman Nazi, masih menduduki Italia bagian tengah dan utara. Namun kejatuhan segenap Italia sepertinya tinggal menunggu waktu lantaran pemerintahan Marsekal Badoglio bernegosiasi dengan Sekutu yang menghasilkan Gencatan Senjata Cassibile pada 3 September 1943, berbarengan dengan invasi Sekutu ke Italia bagian selatan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















