- 7 Jul 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Jun
BEBERAPA waktu lalu, media sosial digegerkan dengan pernyataan Rahmat Baequni yang menyebut masjid Al-Safar (rancangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil) yang terletak di rest area tol Cipularang kilometer 88, sebagai simbol iluminasi. Ia melihat bentuk segitiga pada bangunan masjid sebagai penggambaran simbol sekte keagamaan tersebut. Namun di Indonesia sendiri, tradisi penggunaan simbol-simbol telah ada berabad-abad lalu, salah satunya terlihat dalam teks-teks naskah milik kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Dalam ilmu naskah dikenal istilah Iluminasi, berarti ‘penerangan’, yang merujuk pada hiasan berupa gambar sebagai bingkai sebuah surat atau naskah. Namun dalam perkembangannya, makna iluminasi tidak hanya mengacu pada hiasan saja tetapi meluas pada kandungan di dalam isi teks.
"Iluminasi merupakan bukti kecerdasan dan beradaban yang tinggi dari masyarakat Indonesia," kata Mu'jizah, pakar filologi Melayu, saat mengisi acara diskusi "Iluminasi dalam Naskah-Naskah Nusantara" di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 4 Juli 2019.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















