- 6 Mei 2021
- 4 menit membaca
PADA 1857, sebuah kapal berpenumpang tiba di Riau. Kapal yang betolak dari Batavia itu sebagian besar diisi orang-orang Eropa. Mereka adalah pegawai negeri di pemerintahan Hindia Belanda yang baru dipindahkan dari wilayah Jawa ke Riau. Seorang peneliti berkebangsaan Jerman, Von de Wall, ada di antara rombongan pegawai tersebut.
Von de Wall akan menempati jabatan asisten residen di Riau. Sebelumnya dia tinggal di Kalimantan sebagai wakil pemerintah Hindia Belanda di Kutai. Selama bekerja di sana, Von de Wall menunjukkan ketertarikannya terhadap bahasa dan sastra Melayu.
Ketika itu, Von de Wall berhasil menyusun daftar kosakata baru yang belum dikenal. Dia juga cukup fasih mengucapkan bahasa Melayu. Hal itu membuat pemerintah pusat di Batavia terkesan. Mereka lalu mengangkat Von de Wall menjadi pegawai bahasa. Tugasnya: menyusun tata bahasa Melayu, kamus Melayu-Belanda, dan Belanda-Melayu. Kedatangannya ke Riau merupakan bagian dari tugas tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












