- 23 Apr 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
Kamus Sejarah Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi perbincangan serius belakangan ini. Polemik berpangkal dari absennya KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) – organisasi Islam terbesar di Indonesia -- sebagai lema kamus tersebut. Tidak hanya bagi insan sejarah, kelalaian itu menjadi pemberitaan nasional.
“Hilangnya” sosok Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia, bagi banyak kalangan, terutama kelompok NU dianggap mereduksi peran tokoh ulama tersebut dalam sejarah bangsa. Hilmar Farid selaku Dirjen Kebudayaan Kemendikbud telah meminta maaf dan mengakui itu sebagai buah keteledoran. Pernyataan senada dikemukakan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Selain menariknya dari peredaran (take down), Nadiem mengatakan akan merevisi total kamus tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












