top of page

Raja Ali Haji, Sastrawan Besar Kesultanan Riau

Raja Ali Haji menghasilkan begitu banyak karya yang memperkaya khazanah sastra Melayu. Bukan saja orang pribumi, kalangan cendekiawan Eropa pun menyukai karya-karyanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat (Wikimedia Commons)

1 Mei 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 16 Mei

PADA 1824, melalui Traktat London, Belanda mengakhiri perselisihannya dengan Inggris atas kawasan Malaka. Inggris diberi kekuasaan di Singapura dan Malaysia, sedangkan Belanda mengukuhkan kuasanya atas Nusantara.


Peraturan baru pun ditetapkan para kolonialis di wilayah jajahannya, yang otomatis membawa dampak bagi kerajaan-kerajaan di sana. Kesultanan Riau Lingga salah satunya. Kerajaan yang pernah menjadi bagian dari Kesultanan Johor-Riau dengan pusat pemerintahan di Tumasik (Singapura) tersebut mengalami perkembangan yang lambat di segala bidang kehidupan, termasuk budaya, setelah Belanda berkuasa di wilayahnya.


Di tengah perkembangan yang tidak menentu tersebut muncul nama Raja Ali Haji. Dia adalah seorang pujangga Riau Lingga yang karya-karyanya begitu menggugah minat kebudayaan masyarakat. Meski di bawah tekanan penjajahan, Raja Ali Haji berhasil membawa angin perubahan di alam kesusastraan Melayu, utamanya Riau.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
transparant.png
bottom of page