- 1 Mei 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
PADA 1824, melalui Traktat London, Belanda mengakhiri perselisihannya dengan Inggris atas kawasan Malaka. Inggris diberi kekuasaan di Singapura dan Malaysia, sedangkan Belanda mengukuhkan kuasanya atas Nusantara.
Peraturan baru pun ditetapkan para kolonialis di wilayah jajahannya, yang otomatis membawa dampak bagi kerajaan-kerajaan di sana. Kesultanan Riau Lingga salah satunya. Kerajaan yang pernah menjadi bagian dari Kesultanan Johor-Riau dengan pusat pemerintahan di Tumasik (Singapura) tersebut mengalami perkembangan yang lambat di segala bidang kehidupan, termasuk budaya, setelah Belanda berkuasa di wilayahnya.
Di tengah perkembangan yang tidak menentu tersebut muncul nama Raja Ali Haji. Dia adalah seorang pujangga Riau Lingga yang karya-karyanya begitu menggugah minat kebudayaan masyarakat. Meski di bawah tekanan penjajahan, Raja Ali Haji berhasil membawa angin perubahan di alam kesusastraan Melayu, utamanya Riau.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















