top of page

Independensi yang Memihak

Keberhasilan buku ini terletak pada usaha keras menampilkan Mochtar Lubis sebagai manusia biasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mochtar Lubis dan istrinya, Hally, tiba di kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan dikawal oleh Polisi Militer karena statusnya masih tahanan rumah. (IPPHOS).

  • 18 Jan 2023
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 2 Jul

MOCHTAR kecil terhenyak menyaksikan tiga kuli kontrak perkebunan dicambuk. Kendati sudah dilarang, ia nekat memanjat pohon, supaya bisa melihat langsung hukuman badan yang dipimpin oleh ayahnya itu. “Perlakuan kejam itu meninggalkan bekas pada saya dan menyebabkan trauma,” kata Mochtar seperti dikutip David T. Hill dalam buku ini.


Hukuman tersebut menjadi pengalaman awal dari kepeduliannya terhadap hak asasi manusia dan bertumbuhnya kepedulian sosial dalam dirinya. Tapi memang Mochtar berbeda sejak kecil. Saat anak-anak lain lebih suka bermain dalam aktivitas fisik, Mochtar memilih menyendiri. Menenggelamkan diri ke dalam buku-buku bacaan.


Berpuluh tahun kemudian, jalan takdir membawanya menjadi seseorang di atas panggung sejarah di Indonesia. Mochtar Lubis dikenal sebagai wartawan terkemuka, pemimpin redaksi surat kabar Indonesia Raya, sastrawan yang sangat produktif, salah satu penentang Sukarno di masa demokrasi terpimpin, antikomunis yang gigih, dan pengikut setia Sutan Sjahrir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
 Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Indonesia siap mencuri perhatian pada gelaran final Piala Dunia 2018.
Indonesia siap mencuri perhatian pada gelaran final Piala Dunia 2018.
Diresmikan pada May Day, Stadion Rungrado bak magnolia yang mengapung di tengah Sungai Taedong.
Diresmikan pada May Day, Stadion Rungrado bak magnolia yang mengapung di tengah Sungai Taedong.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
transparant.png
bottom of page