top of page

Kitab Mujarab Bagi Pelupa

Sebuah buku yang mengajak orang Indonesia tetap ingat Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Jenderal TNI Soeharto, Ketua Presidium Kabinet Ampera, mengumumkan susunan Kabinet Ampera, Juli 1966. (Bettmann/Corbis).

  • 2 Mar 2017
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

BUKU ini dilarang edar di Indonesia pada masa Orde Baru. Sepertinya pejabat Kejaksaan Agung era Orba tak perlu lama-lama memutuskan pelarangan buku ini. Halaman pertama pada buku ini saja sudah mempertanyakan peran Soeharto di dalam kudeta 1 Oktober 1965. Bahkan dalam lembar halaman selanjutnya, Julie Southwood dan Patrick Flanagan, penulis buku ini, memposisikan Soeharto sebagai pelaku aktif kudeta yang berakhir pada penyingkiran Sukarno.


Penulis menghubungkan keterlibatan Amerika Serikat dan jejaring Soeharto di dalam rangkaian kudeta terhadap Sukarno. Sejumlah data disajikan untuk memperkuat argumen kenapa Amerika berkepentingan atas Indonesia. Julie dan Patrick mengutip laporan Departemen Luar Negeri AS kepada Kongres pada 1975 tentang betapa pentingnya Indonesia bagi Amerika, salah satunya karena Indonesia diprediksi menjadi penyuplai penting bagi kebutuhan energi Amerika.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page