top of page

Jalan Panjang Menghapuskan Perbudakan

Raffles yang lahir di kapal budak berupaya menghapus perbudakan di Hindia Belanda. Butuh waktu lama mewujudkannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Thomas Stamford Raffles. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

24 Feb 2023
10 menit membaca

Diperbarui: 6 Jul

5 JULI 1781, kapal Ann berlayar lamban ke utara dari Port Morant, kota pelabuhan yang panas penghasil rum dan pisang di pantai tenggara Jamaika. Di atas kapal, seorang bayi lahir dari pasangan Benjamin Raffles dan Ann Lyde. Bayi itu diberi nama Thomas Stamford Bingley Raffles pada upacara pembaptisan di atas kapal.


Benjamin Raffles, ayah Raffles, adalah kapten kapal Ann milik Hibberts & Co. of Glasgow, perusahaan perdagangan budak di Glasgow, Inggris. Kapal Ann adalah bagian dari konvoi 200 kapal yang sedang dalam perjalanan ke Inggris dan Amerika Utara setelah singgah di Karibia, pusat perdagangan budak yang menguntungkan.


Stamford Raffles, yang lahir di atas kapal budak, kemudian justru jadi orang yang getol memperjuangkan penghapusan perbudakan. Dan ia berusaha merealisasikannya ketika berkuasa di Jawa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page