top of page

Kamera Max Stahl

Video yang diambilnya dalam pembantaian Santa Cruz tahun 1991 menjadi titik balik perjuangan Timor-Leste meraih kemerdekaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Max Stahl menerima penghargaan Order of Timor-Leste dari Presiden Francisco Guterres pada 22 November 2019. (Facebook Presidência da República Democrática de Timor-Leste).

3 Nov 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 8 Jul

IA mempertaruhkan nyawa demi mengambil video pembantaian massal di Santa Cruz dan sejumlah kekerasan pasca-jajakpendapat Timor-Leste. Ia juga meliput perang di El Salvador, perang sipil di Lebanon, dan konflik di Georgia, wilayah bekas Yugoslavia. Tapi, penyakit kankerlah yang pada 28 Oktober lalu menghentikan napas Max Stahl untuk selamanya dalam usia 66 tahun.


Pria ini sebenarnya punya nama lahir Max Christopher Wenner. Dia mulai menekuni kamera, jurnalistik, dan pertelevisian saat menjadi presenter untuk acara anak-anak di stasiun televisi BBC antara tahun 1978 hingga 1980. Tapi, pada awal 1990-an, saat pindah dari depan ke belakang kamera, ia mengubah namanya. Ia mengadopsi nama gadis ibunya, Stahl. Dunia pun lantas mengenalnya dengan nama Max Stahl.


Max lahir dari keluarga diplomat. Kakek dari pihak ibunya pernah menjabat diplomat Swedia, yang punya hak istimewa menjadi direktur Swedish Academy for the Nobel Prize selama lebih dari dua dekade. Ayahnya diplomat Swiss bernama Christopher Max Stahl Wenner. Ibunya berasal dari Prancis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
transparant.png
bottom of page