top of page

Kapten Satta dan Minimnya Uang Pensiunan Perwira Pribumi

Jadi tentara sejak remaja, uang pensiunan Kapten Satta sedikit meski veteran Perang Jawa ini punya prestasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sketsa pertempuran antara pengikut Diponegoro dengan serdadu Belanda pada 1825. (Repro Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro, 1785-1855).

  • 28 Mar 2025
  • 2 menit membaca

KEDATANGAN Herman Daendels di Jawa pada awal 1808 menjadi “berkah” buat Sersan Satta. Di tahun itu, pangkatnya naik jadi perwira.


Satta merupakan tentara Belanda dari kalangan pribumi. Dia dilahirkan pada 1781 di Baukalang, kemungkinan ini kesalahan penyebutan terhadap Bangkalan. Menurut arsip Stamboeken Bronbeek, Den Haag, Archive 2.10.50, nomor inventaris 59, folio 96, Satta merupakan anak pasangan Sengakarsa dan perempuan bernama Semenit. Nama kedua orang tuanya lebih dekat dengan nama-nama Jawa atau Madura –François Vincent Henri Antoine Stuers dalam Gedenkschrift van den oorlog op Java menyebutkan Satta ketika sudah menjadi tentara sebagai letnan Ambon.


Begitu remaja, Satta mendaftar jadi serdadu pada 1793 dan diterima dengan pangkat fuselier (prajurit infanteri rendahan) di Surabaya, ketika VOC masih ada. Pada 1800, pangkatnya naik menjadi kopral dan dua tahun kemudian naik lagi menjadi sersan. Pada 1805, Satta pernah bertugas di Cirebon.


Ketika Gubernur Jenderal Deandels tiba di Hindia Belanda, Satta menjadi letnan dua. Menurut Benjamin Bouman dalam Van Driekleur tot Rood-Wit: De Indonesische Officieren uit het KNIL 1900-1950, kebiasaan menjadikan sersan yang tangguh dan cemerlang sebagai letnan dua kemudian menjadi kebiasaan militer Belanda di Nusantara. Satta hanyalah satu dari puluhan perwira pribumi dalam ketentaraan Belanda.


Dari Cirebon, Satta pindah tugas ke Batavia pada 1811. Dia ditugaskan di bawah Kolonel Motiman. Empat tahun setelah naik pangkat menjadi letnan satu pada 1819, Satta ditugaskan ke Sulawesi. Dari Sulawesi, pada 1826 Satta ditugaskan ikut Perang Jawa hingga 1828.


Di Perang Jawa itulah Satta membuktikan diri sebagai tentara andal. Kejadiannya berlangsung di Pertempuran Gowok, sebuah desa di Sukaharjo, Jawa Tengah pada 8 Juli 1826.


Pertempuran antara laskar Pangeran Diponegoro melawan tentara Belanda dan sekutu-sekutu lokalnya itu berlangsung sengit. Namun, pasukan Diponegoro akhirnya terdesak.


“Letnan satu Satta mengejar musuh dengan bayonet hingga kelelahan menghalangi mereka maju lebih jauh. Setelah barisan itu berkumpul kembali, mereka bergerak maju ke posisi musuh yang ditinggalkan depan Suko Raja (pedalaman Gowok), di mana bivak mereka dibakar, dan menanti pasukan Kolonel Cochius,” catat Huibert Gerard Baron Nahuys van Burgst dalam Verzameling van officiële rapporten  betreffende den oorlog op Java in de jaren 1825-1830.


Prestasi Letnan Satta dalam Perang Jawa dianggap baik. Oleh karenanya, dia dianugerahi Medali Perunggu. Selain itu, pada tahun 1828 itu juga Satta naik pangkat menjadi kapten.

Satta menjalani pangkat tersebut hingga pensiun pada 1834. Setelah itu, Satta menghabiskan masa pensiunnya di Surabaya.


Setelah 41 tahun menjadi tentara untuk Belanda dengan tempat penugasan di daerah-daerah berbahaya, Satta seperti kurang dihargai. Kapten Satta pensiun dengan uang tunjangan 600 gulden tiap tahunnya. Artinya tiap bulan dia hanya hidup dengan uang 50 gulden. Angka tersebut terbilang kecil untuk pensiunan perwira Belanda. Menurut Bouman, perwira pribumi mendapat gaji lebih kecil atau hanya separuh dari gaji perwira Eropa. Gaji perwira senior pribumi sekitar 110 gulden tiap bulannya.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gerakan Pramuka pernah punya andil dalam menggiatkan pembangunan melalui transmigrasi. Namun, Transmigrasi Pramuka dinilai kurang tepat dan gagal.
bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
Misi barisan Guardians of the Galaxy diselamatkan anjing galaksi berkekuatan super. Karakter yang terinspirasi dari Laika si martir antariksa Soviet.
Misi barisan Guardians of the Galaxy diselamatkan anjing galaksi berkekuatan super. Karakter yang terinspirasi dari Laika si martir antariksa Soviet.
Bermula dari kompetisi pengiring pekan raya perdagangan dan industri. Cap kasta kedua tetap terasa hingga dijuluki “Liga Malam Jumat”.
Bermula dari kompetisi pengiring pekan raya perdagangan dan industri. Cap kasta kedua tetap terasa hingga dijuluki “Liga Malam Jumat”.
Presiden Putin begitu sumringah menendang bola di Lapangan Merah laiknya Stalin delapan dasawarsa sebelumnya di tempat yang sama.
Presiden Putin begitu sumringah menendang bola di Lapangan Merah laiknya Stalin delapan dasawarsa sebelumnya di tempat yang sama.
Pada masa kolonial, aturan yang mengekang kebebasan berpendapat hanya diberlakukan di negeri jajahan. Tidak di negeri induknya.
Pada masa kolonial, aturan yang mengekang kebebasan berpendapat hanya diberlakukan di negeri jajahan. Tidak di negeri induknya.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
transparant.png
bottom of page