Diperbarui: 5 Agu
KEDATANGAN Herman Daendels di Jawa pada awal 1808 menjadi “berkah” buat Sersan Satta. Di tahun itu, pangkatnya naik jadi perwira. Satta merupakan tentara Belanda dari kalangan pribumi. Dia dilahirkan pada 1781 di Baukalang, kemungkinan ini kesalahan penyebutan terhadap Bangkalan.
Menurut arsip Stamboeken Bronbeek, Den Haag, Archive 2.10.50, nomor inventaris 59, folio 96, Satta merupakan anak pasangan Sengakarsa dan perempuan bernama Semenit. Nama kedua orang tuanya lebih dekat dengan nama-nama Jawa atau Madura. François Vincent Henri Antoine Stuers dalam Gedenkschrift van den oorlog op Java menyebutkan Satta ketika sudah menjadi tentara sebagai letnan Ambon.
Begitu remaja, Satta mendaftar jadi serdadu pada 1793 dan diterima dengan pangkat fuselier (prajurit infanteri rendahan) di Surabaya, ketika VOC masih ada. Pada 1800, pangkatnya naik menjadi kopral dan dua tahun kemudian naik lagi menjadi sersan. Pada 1805, Satta pernah bertugas di Cirebon.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












