- 16 Okt 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 12 Jan
PADA pengujung 1929, Kapten KNIL Johan Charles de Quant melakukan inspeksi menyusuri Sungai Barito dengan perahu motor selama dua pekan. Daerah demi daerah di tepi sungai yang menjadi wilayah tugasnya dia susuri bersama beberapa anak buahnya.
Namun di sekitar Desa Muara Untu (kini berada di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah), dia mendengar ada permasalahan dari Haji Doerasit. Maka, Kapten Quant pun menemuinya pada 24 Desember 1929.
Haji Doerasit bukan orang sembarangan. Ia amat dihormati di Muara Untu. Koran Soerabaijasch Handelsblad tanggal 8 Januari 1930 menyebut Haji Doerasit merupakan bekas panglima dari salah satu pasukan tempur Gusti Muhamad Seman, keturunan Pangeran Antasari yang melanjutkan perlawanannya kepada tentara Belanda. Pada 1906, Haji Doerasit ikut melawan tentara Belanda di bawah komando Letnan Christoffel, veteran Perang Aceh yang terkenal kejam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












