top of page

Gara-gara Batang Pohon, Kapten KNIL Quant Tewas

Tanpa sengaja, perwira KNIL ini menghadapi veteran Perang Banjar. Hanya karena dua batang kayu hanyut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan KNIL sedang berpatroli. Pada 1929, Kapten KNIL De Quant yang sedang berpatroli, terlibat cekcok dan berkelahi dengan tokoh setempat di pedalaman Kalimantan Tengah. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

16 Okt 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 12 Jan

PADA pengujung 1929, Kapten KNIL Johan Charles de Quant melakukan inspeksi menyusuri Sungai Barito dengan perahu motor selama dua pekan. Daerah demi daerah di tepi sungai yang menjadi wilayah tugasnya dia susuri bersama beberapa anak buahnya.


Namun di sekitar Desa Muara Untu (kini berada di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah), dia mendengar ada permasalahan dari Haji Doerasit. Maka, Kapten Quant pun menemuinya pada 24 Desember 1929.


Haji Doerasit bukan orang sembarangan. Ia amat dihormati di Muara Untu. Koran Soerabaijasch Handelsblad tanggal 8 Januari 1930 menyebut Haji Doerasit merupakan bekas panglima dari salah satu pasukan tempur Gusti Muhamad Seman, keturunan Pangeran Antasari yang melanjutkan perlawanannya kepada tentara Belanda. Pada 1906, Haji Doerasit ikut melawan tentara Belanda di bawah komando Letnan Christoffel, veteran Perang Aceh yang terkenal kejam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page