- 14 Nov 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 17 Mei
SEBUAH desa di utara rel kereta api, Bagelen, Purworejo, menjadi salah satu daerah asal romusha (pekerja paksa) untuk kepentingan militer Jepang. Kepala desanya, Menten, memilih siapa saja warganya yang akan diberangkatkan sebagai romusha ke luar daerah. Penunjukan itu sulit ditolak.
Di antara warga yang terpilih terdapat seorang suami yang belum lama kawin. Tentu saja ia berat meninggalkan istri di masa sulit itu. Bahan pangan dan sandang sangat sukar didapat. Mau tak mau ia harus meninggalkan istrinya.
Warga mencurigai Menten mendapat uang dari Jepang sebagai imbalan merekrut romusha. Beberapa tahun setelah pengiriman romusha, Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Menten menghilang dari desanya. Ia takut diamuk massa karena Jepang tak melindunginya lagi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















