top of page

Kartini Martir, Bukan Pelakor!

Kisah Kartini adalah inspirasi sekaligus ironi kaum perempuan pada sebuah negeri di masa lalu. Api semangatnya terus menyala.

loading_historia_white.gif
transparant.png

RA Kartini dan suaminya.

  • 22 Apr 2018
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

SETIAP hari Kartini tiba, selalu saja ada perdebatan. Itu bagus tentu saja, namun beberapa di antara perdebatan itu berbumbu olok-olok, mengejek Kartini: dia pejuang perempuan penentang poligami namun pasrah diperistri seorang bupati berbini tiga.  Lantas meme beredar, pesan WA berantai disebar kemana-mana. Intinya mau mengatakan bahwa perjuangan Kartini sia-sia karena perempuan tetaplah perempuan yang pada akhirnya harus jadi istri, beranak, dan mendekam di dapur seumur hidupnya.


Ada juga narasi lain yang terkesan menyudutkan Kartini sebagai seorang yang memandang sebelah mata agama Islam –namun akhirnya insyaf setelah bertemu Kyai Soleh Darat. Dia digambarkan seakan-akan seorang mualaf tobat yang akhirnya menemukan jalan menuju Tuhannya, setelah tiada henti-hentinya mempertanyakan agamanya sendiri. Itu terjadi karena Kartini hanya diwajibkan membaca Alquran tanpa pernah diajari apa arti di baliknya.


Sementara itu sebuah pesan WA yang mengedarkan artikel tentang “Sisi Lain Sosok RA. Kartini,” mengutip pendapat sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah. Menurut artikel itu ada sisi lain Kartini yang selama ini ditutup-tutupi oleh “pihak Barat” dan “kaum sekuler”, yakni perlawanan Kartini terhadap praktik “kristenisasi” dan “westernisasi”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rivalitas paling panas dalam sepabola Inggris. Bermula dari persaingan ekonomi dan industri.
Rivalitas paling panas dalam sepabola Inggris. Bermula dari persaingan ekonomi dan industri.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
transparant.png
bottom of page