top of page

Kejanggalan Operasi Mapenduma

Di balik operasi militer yang diicitrakan gemilang itu ternyata ada hal-hal ganjil yang sampai saat ini tak terjelaskan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prabowo Subianto, Kopassus, OPM, Tim Ekspedisi Lorentz '95, Mapenduma, Penyanderaan, Operasi Pembebasan Sandera, ABRI, Papua, Irian Jaya

  • 13 Apr 2019
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 21 Jul

KALA Kopassus yang dipimpin Brigjen Prabowo Subianto bersiap untuk misi pembebasan sandera Tim Ekspedisi Lorentz ‘95 di Papua, seorang anak buahnya malah bikin ulah. Peristiwa itu terjadi sebulan sebelum operasi militer dilancarkan. Insiden berdarah telah menyeret nama Letnan Sanurip.


Pada 15 April 1996, Sanurip, seorang penembak runduk Kopassus, menembaki orang-orang di lapangan terbang Timika. Atas aksinya, sepuluh tentara – termasuk Letkol Adel Gustinigo, Komandan Den-81 yang saat itu menjadi perwira kepercayaan Prabowo -, empat warga sipil, dan seorang pilot maskapai Twin Otter berpaspor Selandia Baru tewas. Sementara korban yang mengalami luka sebanyak sepuluh tentara dan tiga warga sipil.


Sanurip sejatinya adalah seorang instruktur penembak runduk yang akan diterjunkan dalam operasi. Namun kemudian dia tidak dilibatkan. Pihak ABRI mengatakan, Sanurip stres dan berlaku laiknya koboy lantaran kecewa namanya tak masuk rencana operasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
transparant.png
bottom of page