top of page

Sniper Kopassus Menembaki Orang-orang di Lapangan Terbang Timika Papua

Sniper Kopassus menembaki orang-orang di lapangan terbang Timika Papua. Diduga tekanan mental karena malaria hingga tak diikutkan dalam operasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Danjen Kopassus, Brigjen TNI Prabowo Subianto dan Kasum ABRI Letjen TNI Soeyono, sesaat sebelum menyambut para sandera di landasan udara Halim Perdanakusuma. (Repro Soeyono, Bukan Puntung Rokok).

12 Nov 2015
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

PADA 3 November 2015, Serda Y.H, anggota Divisi I Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), menembak seorang pengendara ojek di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.  Penyebabnya, ojek yang menyerempet mobilnya tidak berhenti untuk meminta maaf. Penembakan oleh oknum tentara sering terjadi. Korbannya, bisa sipil maupun militer, seperti terjadi pada 1996.


Pada 15 April 1996, Letnan Sanurip, seorang sniper atau penembak jitu Kopassus, menembaki orang-orang di lapangan terbang Timika, Papua. Sepuluh tentara tewas, empat warga sipil dan satu orang pilot maskapai Twin Otter Airfast, berpaspor Selandia Baru. Sepuluh tentara dan tiga warga sipil luka-luka.


Brigadir Jenderal Amir Syarifudin, Kepala Pusat Penerangan ABRI, menceritakan kejadian itu bahwa Letnan Sanurip bangun pagi hari di dalam hanggar. Karena berisik (mungkin karena gangguan kejiwaan), dia ditegur oleh rekannya. Tidak terima ditegur, dia langsung memberondong rekan-rekannya dengan senapan yang dibawanya. “Setelah menembaki rekan-rekanya, dia berlari keluar dari hanggar dan menembaki siapa saja yang ada di situ,” kata Amir, dikutip Kompas, 16 April 1996.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Jauh sebelum Jokowi main tinju, presiden Amerika ini sudah lebih dulu dan getol bertinju. Bahkan, berjudo dan jiu-jitsu.
Jauh sebelum Jokowi main tinju, presiden Amerika ini sudah lebih dulu dan getol bertinju. Bahkan, berjudo dan jiu-jitsu.
Penelitian terbaru arkeolog menemukan bukti emoji tersenyum tertua pada guci berusia 3.700 tahun.
Penelitian terbaru arkeolog menemukan bukti emoji tersenyum tertua pada guci berusia 3.700 tahun.
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
transparant.png
bottom of page