- 5 Jan 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 29 Jun
NO Korompis hadir dalam revolusi kemerdekaan di Sulawesi Utara. Ia membawa pesan kepada orang sipil pro-Republik Indonesia di Sulawesi Utara dari para serdadu KNIL di Manado yang ingin berontak kepada otoritas Belanda. Pemberontakan meletus tepat pada 14 Februari 1946.
No Korompis tak hanya pembawa pesan, ia juga seorang kombatan. Ketika pemberontakan serdadu KNIL di Manado gagal, ia terus melawan bersama laskar Pasukan Pemuda Indonesia (PPI) dan Tentara Republik Indonesia Sulawesi Utara (TRISU). Selama beberapa hari, ia dan kawan-kawannya mempertahankan Tondano. Mereka juga sempat berusaha merebut senjata di tangsi polisi di Tondano meski akhirnya tertangkap.
Serdadu KNIL sekali lagi berontak, juga dibantu orang sipil, pada 3 Mei 1950. Setelah pemberontakan muncullah Batalyon 3 Mei bagian dari Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), yang lalu menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















