- 27 Jul 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Jun
FENOMENA “Citayam Fesyen Week” sungguh menyita perhatian publik. Bermula dari kumpulan remaja pinggiran Jakarta yang suka nongkrong di Taman Dukuh Atas, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan. Mereka tampil nyentrik dalam balutan aneka gaya busana. Berlenggak-lenggok di atas zebra cross macam model sungguhan. Mereka kebanyakan datang dari Citayam, Bojong Gede, dan Depok -yang kemudian melahirkan istilah plesetan “SCBD” (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok).
Bonge, Kurma, Roy dan Jeje Slebew adalah nama-nama yang mendadak tenar dari ajang tersebut. Setelah viral di media sosial, sejumlah tokoh publik terpikat mengunjungi Taman Dukuh Atas. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga selebritis seperti Paula Verhoeven dan Mayangsari. Belakangan, kawula muda Jakarta Selatan juga ikut-ikutan menjajal Citayam Fesyen Week.
Kalau sekarang orang mengenal Citayam Fesyen Week, maka tempo dulu pernah populer pertunjukan busana “Mambo Night”. Acara ini diselenggarakan pada 5 Juni 1956, bertempat di Hotel Dharma Nirmala (kini Kompleks Bina Graha), Menteng, Jakarta Pusat. Seperti namanya, pertunjukan menampilkan galeri dan kontes busana Mambo produksi Firma H. Moh. Jasin Tambunan & Sons.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















