Diperbarui: 27 Okt
CITAYAM Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, masih ramai diperbincangkan. Selain karena hak kekayaan intelektual CFW sempat diklaim oleh selebritas Baim Wong dan Paula Verhoeven, fenomena ini juga telah menjalar ke berbagai daerah. Anak-anak muda memakai berbagai jenis busana berlenggok-lenggok catwalk di zebra cross. Peragaan busana pun kini tidak identik lagi dengan kalangan elite.
Sejarah peragaan busana (fashion show) di Indonesia dimulai oleh Adriana Paula Adeline Kawilarang, pendiri butik dan salon kecantikan pertama di Indonesia. Dalam Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982 dijelaskan, Non Kawilarang lahir di Tondano pada 27 Oktober 1917. Dia anak kesembilan dari seorang mayor-sipil di Minahasa –setingkat regent (bupati) di Jawa. Sejak kecil dia telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia mode, khususnya merancang pakaian. Sejak duduk di sekolah MULO (kini setara SMP), dia telah merancang dan menjahit pakaiannya sendiri.
Pernikahan Adriana Paula Adeline dengan Martinus van Rest memperoleh anak perempuan bernama Marjoline. Dia kemudian menikah lagi dengan John Nicolaas Tambayong, sehingga putrinya bernama Marjoline Tambayong yang kemudian lebih dikenal dengan Rima Melati, aktris dan model ternama yang belum lama meninggal dunia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















