top of page

Ken Angrok dan Tradisi Kurban di Nusantara

Ritual kurban tercatat dalam kisah awal lahirnya Ken Angrok. Hewan kurban diyakini akan menjadi tunggangan di alam arwah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Relief cerita Sudhamala di dinding Candi Tegawangi, Kediri, yang menampilkan adegan Sadewa diikat di pohon untuk dikorbankan kepada Ranini. (mblusuk.com).

30 Jul 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

DAHULU kala pada awal diciptakannya manusia, ada anak seorang janda di Djiput. Tingkah lakunya buruk. Suatu hari anak itu pergi ke daerah Bulalak. Di Bulalak, hiduplah seorang pertapa bernama Mpu Tapawangkeng. Sang Mpu ingin membuat pintu gerbang untuk pertapaannya. Untuk keperluan itu, ia diminta mengorbankan seekor kambing berwarna merah (wdus bang) oleh Dewa Penjaga Pintu.


Anak janda dari Djiput kemudian mengetahui peristiwa itu. Dengan sukarela, ia menyerahkan dirinya untuk menjadi kurban. Keinginannya bisa pulang ke tempat Dewa Wisnu dan menjelma kembali menjadi manusia yang lebih luhur.


Mulanya Mpu Tapawengkeng tak bersedia. Ia takut bila mengorbankan seorang manusia, ia akan masuk neraka. Namun, ia tak punya cara untuk menemukan kambing merah. “Lagipula toh tujuan si anak baik, dengan mengurbankan diri ia ingin lahir kembali menjadi manusia yang baik,” pikir Sang Mpu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
transparant.png
bottom of page