top of page

Kerangka Serdadu Jepang dari Pertempuran Biak

Pemerintah Indonesia siap merepatriasi kerangka diduga serdadu Jepang dari Perang Pasifik. Sembilan sisa-sisa jasad dari ribuan prajurit yang tewas di Palagan Biak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pendaratan Amerika untuk menyerang Jepang di Pertempuran Biak. (army.mil).

  • 30 Jun 2024
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 21 Jul

SEBANYAK sembilan kerangka manusia yang diduga kuat merupakan sisa-sisa serdadu Jepang di era Perang Pasifik yang sudah terkumpul di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kini siap diserahkan kepada pemerintah Jepang lewat proses repatriasi. Proses ekskavasi, evaluasi, dan pengumpulannya itu merupakan kelanjutan dari kesepakatan antara pemerintah RI dan Jepang yang sempat tertunda gegara Pandemi Covid-19.


Sebagaimana keterangan pers yang diterima Historia, Jumat (28/6/204), Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, Hilmar Farid mengungkapkan, ekskavasi sisa-sisa jasad para serdadu Jepang di Papua itu merupakan agenda utama kerjasama antara pemerintah RI dan Jepang dalam “Agreement between the Government of Japan and the Government of the Republic Indonesia on Excavation, Collection and Repatriation of the Remains of Japanese Soldiers who died in the Second World War in the Province of Papua and the Province of West Papua” yang ditandatangani pihak Kemendikbudristek RI dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang pada 25 Juni 2019. Untuk proses ekskavasinya dibentuklah Tim Teknis Gabungan Indonesia dan Jepang untuk melakukan tugasnya di sekitar Biak.


“Terlepas dari sejarah masa lalu, tentunya upaya ini merupakan misi kita untuk memuliakan manusia sekaligus pengingat agar tidak terulang di masa mendatang,” ungkap Hilmar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Orang gemuk bukan hanya menghadapi ancaman berbagai penyakit, tapi juga persepsi publik.
Orang gemuk bukan hanya menghadapi ancaman berbagai penyakit, tapi juga persepsi publik.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Memaknai kembali hubungan Jepang dan Indonesia lewat pameran Sakura di Khatulistiwa. Digelar pada 9 Agustus hingga 10 September 2022.
Memaknai kembali hubungan Jepang dan Indonesia lewat pameran Sakura di Khatulistiwa. Digelar pada 9 Agustus hingga 10 September 2022.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
transparant.png
bottom of page