- 28 Nov 2020
- 2 menit membaca
Diperbarui: 13 Jun
DUA hari setelah pembacaan Proklamasi, Presiden Sukarno mengumumkan kabinetnya yang pertama. Semua tokoh pejuang yang diangkat oleh presiden sebagai anggota kabinet mengonfirmasi kesediaan mereka kecuali Supriyadi, menteri keamanan rakyat.
Hingga batas waktu yang ditetapkan, tokoh pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (Peta) di Blitar itu tak memberikan kabar. Dia hilang bak ditelan bumi. “Banyak yang bilang saat itu Supriyadi sudah dibunuh tentara Jepang. Ya itu bisa saja,” kata sejarawan Rushdy Hoesein.
Kekosongan itu diisi oleh pejabat sementara bernama Soeljadikoesoemo. Namun, karena komunikasi saat itu serba sulit, berita pengangkatan tersebut tak diketahui banyak orang. Termasuk oleh para pejuang yang tengah menghadapi pendaratan tentara Inggris di Surabaya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















