- 3 Des 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Jun
HARI-hari menjelang habisnya bulan Oktober 1945 adalah waktu yang memusingkan bagi Jenderal Mayor drg. Moestopo, Komandan BKR Jawa Timur sekaligus Menteri Pertahanan RI add interim. Bagaimana tidak, baru saja dirinya membuat kesepakatan dengan Komandan Brigade ke-49 British India Army Brigadir A.W.S. Mallaby, pihak Inggris sudah memperlihatkan iktikad buruk dengan menduduki 20 titik strategis di dalam kota Surabaya.
Perbuatan itu, selain mecederai kesepakatan yang sudah dibuat pada 26 Oktober 1945, juga menjadikan arek-arek Suroboyo semakin “gemas” untuk secepat mungkin menghajar tentara Inggris. Bukan rahasia lagi jika sebagian besar pejuang Surabaya tak menginginkan damai dengan tentara Inggris yang dianggap sebagai pembonceng kembali Belanda ke Indonesia.
“Moestopo sendiri [sebenarnya] ingin langsung menghabisi pasukan-pasukan [Inggris] yang mendarat ini,” ungkap Lambert Giebels dalam Soekarno: Biografi 1901-1905.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















