top of page

Ketika Kapten Toni Mrlak “Ditumbalkan” dalam Perang Kemerdekaan Slovenia

Pilot AU Yugoslavia yang menyeberang ke Slovenia dengan menerbangkan helikopter milik AU Yugoslavia. Ditembak jatuh rekan-rekannya sendiri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Kapten Toni Mrlak (kiri) bersama rekan-rekannya di depan Heli Gazelle No. 664 (Betaria Sarulina/Historia)

4 Jun 2021
6 menit membaca

Diperbarui: 27 Jun

KAPTEN Udara Toni Merlak, komandan Squadron Helikopter Gazelle AU Yugoslavia di Brnik, Ljubljana, Slovenia, segera menghentikan laju helikopter Gazelle SA 341 yang dipilotinya begitu mencapai Distrik Potrčeva. Helikopter AU Yugoslavia bernomor seri 664 itu pun melayang di atas flat-flat penduduk pada 27 Juni 1991 malam itu. Toni segera melambaikan tangannya begitu ibu mertuanya sudah terlihat keluar ke balkon dari flatnya di lantai delapan. Lambaian itu dibalas lambaian tangan oleh mertuanya.


Menyapa anggota keluarga sesaat dari udara merupakan hal biasa yang dilakukan Toni ketika terbang di atas Potrčeva. “Toni selalu terbang agar kami bisa mendengarnya dan kami semua lari ke balkon,” kata Dragica Potočnjak, aktris sekaligus penulis yang merupakan ipar Toni, sebagaimana dikutip jurnalis Patricia Malicev dalam “Why did Toni Mrlak have to Die?” yang dimuat di old.delo.si.


Malam itu, Toni mendapat tugas mengantar roti ke barak militer Vrhnika. Toni nekat menjalankan misi tersebut. Selain helinya tidak dipersenjatai, barak Vrhnika dikelilingi wilayah kantong-kantong pertahanan pasukan perjuangan kemerdekaan Slovenia. Padahal, 27 Juni itu merupakan hari pertama Perang 10 Hari atau Perang Kemerdekaan Slovenia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page