top of page

Pengakuan Dewa Soeradjana, Eksil Indonesia di Slovenia

Karena loyal kepada Sukarno, pelajar Indonesia di luar negeri menjadi musuh Orde Baru. Di tengah keterasingan mereka menjalani hidup di negeri orang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dewa Soeradjana. (Aryono/Historia.ID).

18 Nov 2015
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

BEOGRAD, Juli 1964. Dewa Soeradjana memimpin delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Yugoslavia menuju Moskow. Mereka hendak menghadiri konferensi PPI se-Eropa. Sebelum berangkat mereka singgah ke kedutaan Indonesia meminta pembekalan informasi. 


 “Anda harus berhati-hati menjejakkan kaki di sayap kanan Moskow. Ini hal yang tidak bisa dihindarkan, tidak lama lagi akan muncul perselisihan antara kubu Merah (PKI) dan Hijau (TNI AD),” kata Letkol Yoga Sugama, atase militer Indonesia untuk Yugoslavia.


Dewa tertegun. Prediksi Yoga Sugama terbukti. Setahun berselang, Indonesia bergolak: peristiwa Gerakan 30 September 1965 meletus. Rezim Sukarno tumbang, Orde Baru berdiri. Penguasa baru ini menumpas komunis sampai ke akar-akarnya. Tak hanya kaum komunis, siapa saja pendukung Sukarno dibungkam. PPI terkena imbas gejolak politik di negerinya. Dikenal sebagai penjunjung Sukarno, mereka enggan kembali ke tanah air.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page