top of page

Eksil, Kisah Orang-orang yang Terasing dari Negeri Sendiri

Sejumlah pelajar dan mahasiswa dikirim ke luar negeri untuk menuntut ilmu pada masa Sukarno. Mimpi membangun negeri pupus setelah mereka tak diizinkan kembali ke tanah air setelah peristiwa G30S 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 21 Feb 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

“INDONESIA adalah tanah airku. Di sana, aku lahir. Apapun akan kulakukan untuk melindungi tempat di mana aku lahir. Tapi mereka mengenyahkanku dari tanahku sendiri,” begitulah kalimat yang tertulis dalam poster film dokumenter berjudul Eksil yang tayang terbatas di sejumlah bioskop sejak 1 Februari 2024. Film ini ditayangkan perdana pada akhir 2022 di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.


Film garapan Lola Amaria ini mengangkat kisah para eksil yang tak dapat kembali ke tanah air setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Mereka merupakan pelajar dan mahasiswa yang mendapat beasiswa sekolar ke luar negeri di masa pemerintahan Presiden Sukarno. Film berdurasi 118 menit itu dibuka dengan menggambarkan kehidupan para eksil yang telah berusia lanjut. Banyak di antara mereka yang kini menetap di wilayah Eropa, salah satunya Hartoni Ubes. Pria asal Cimahi, Jawa Barat itu bercerita bahwa ia berangkat ke Ceko usai memeroleh beasiswa pada 1962.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page