top of page

Francisca Fanggidaej, Perempuan Pejuang yang Terbuang

Perempuan pejuang yang tak banyak disebut buku sejarah. Stigma komunis dan kedekatannya dengan Sukarno membuatnya tak bisa pulang ke tanah air pasca 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Francisca C. Fanggidaej. (iisg.amsterdam).

  • 13 Jul 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

FRANCISCA C. Fanggidaej, nenek dari aktor kenamaan Reza Rahadian ini jarang disebut dalam narasi sejarah resmi. Ia telah menentang kolonialisme sejak muda dan turut berjuang pasca kemerdekaan. Jejaknya hilang pasca 1965 karena dekat dengan Sukarno dan stigma komunis yang melekat padanya.


Perempuan asal Timor ini lahir dari pasangan Magda Mael dan Gottlieb Fanggidaej. Ayahnya bekerja sebagai kepala pengawas Burgerlijke Openbare Warken (BOW), sekarang Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Hal inilah yang membuat status keluarganya dianggap sama secara hukum dengan orang Belanda.


Namun, status yang didapat keluargannya itu tidak membuat Francisca hidup dalam buaian keistimewaan. Sejak kecil, ia justru sering kali mempertanyakan ketimpangan antara keluarganya dan orang-orang sebangsanya. Muncul kesadaraan akan ketidakadilan yang dialami orang-orang yang warna kulitnya sama dengan dirinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Kekayaan Edward Colston diperoleh dari jual-beli budak. Fakta ini sejak lama memancing perdebatan layak-tidaknya kedermawanan seorang pedagang budak diabadikan dalam sebuah monumen kota.
Kekayaan Edward Colston diperoleh dari jual-beli budak. Fakta ini sejak lama memancing perdebatan layak-tidaknya kedermawanan seorang pedagang budak diabadikan dalam sebuah monumen kota.
Kekaguman Salman Aristo Terhadap Hatta
Kekaguman Salman Aristo Terhadap Hatta
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
transparant.png
bottom of page