top of page

Orang-orang Indonesia yang Kehilangan Tanah Airnya

Kemerdekaan bagi para eksil yang dicabut paspornya oleh rezim Orde Baru adalah pulang ke Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kiri-kanan: Asvi Warman Adam, Leila S. Chudori, dan Martin Aleida dalam peluncuran buku Tanah Air yang Hilang di Galeri Cemara, Jakarta, Sabtu, 12 Agustus 2017. Foto: Nursyahbani Katjasungkana.

13 Agu 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

SASTRAWAN Martin Aleida mewawancarai 19 orang Indonesia yang terpaksa kehilangan tanah airnya setelah peristiwa 1 Oktober 1965. Mereka menyeberangi berbagai negara dalam ketakutan, tanpa paspor, untuk menghindari pengejaran dari rezim Orde Baru yang berkuasa lebih dari tiga dasawarsa.


Mereka, yang oleh Gus Dur disebut “orang-orang klayaban”, tidak menyangka akan kehilangan kewarganegaraan. Padahal, mereka berada di negara lain dengan tujuan kembali ke Indonesia untuk menyumbangkan kemampuannya bagi kemajuan Indonesia. Akhirnya, mereka mendapat suaka dan tinggal di berbagai negara Eropa. Meski sudah menjadi warga negara lain, kecintaan terhadap Indonesia tidak pudar. Mereka tetap merasa Indonesia sebagai tanah airnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Peristiwa Stonewall secara radikal mengubah persepsi tentang kaum homoseksual di Amerika dan di seluruh dunia.
Peristiwa Stonewall secara radikal mengubah persepsi tentang kaum homoseksual di Amerika dan di seluruh dunia.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
 Peter Parker alias Spider-Man bertualang ke Eropa dan mencari cinta. Malah jadi korban hoax dan tipu daya.
Peter Parker alias Spider-Man bertualang ke Eropa dan mencari cinta. Malah jadi korban hoax dan tipu daya.
Usaha mencari obat mujarab di negeri jajahan tak melulu berjalan mulus. Salah seorang ahli medis malah kena tipu.
Usaha mencari obat mujarab di negeri jajahan tak melulu berjalan mulus. Salah seorang ahli medis malah kena tipu.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
transparant.png
bottom of page