top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Batara Simatupang, Pendekar di Usia Senja

Batara Simatupang salah satu dari 13 ekonom Universitas Indonesia yang dikirim untuk studi di Amerika Serikat. Namun, ahli ekonomi-sosialis ini tak bisa pulang, paspornya dicabut.

1 Jun 2018

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Batara Simatupang.

  • 1 Jun 2018
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

PEMATANG Siantar, 31 Agustus 1940, hari ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina. Ada bocah ikut arak-arakan menjadi boneka melambangkan kemenangan Paman Sam, dengan duduk mentereng di kursi di atas meja yang diusung empat orang. Di depannya ada teks besar yang ditulis ayahnya: Hitler wordt verbannen naar de Stille Oceaan (Hitler dibuang ke Lautan Pasifik).


Dari kekalahan fasis menuju kemerdekaan bangsa. Si bocah itu pula yang kemudian, pada 1945, terkagum-kagum mendengar pidato Amir Sjarifuddin: “Siapa lemah, mati dimakan yang lebih kuat. Cacing lemah, dimakan ayam. Rusa lemah dimakan harimau. Indonesia (jika) lemah, akan mati dimakan Belanda!”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
bottom of page