top of page

Ketika Srihani Jadi Ibu Negara

Hartini dijadikan perantara politik untuk mendekati Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hartini saat berkunjung ke Slovenia, 9 April 1960. (wikimedia).

  • 23 Apr 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul 2025

KABAR kedekatan Sukarno dengan Hartini tidak lepas dari perhatian pemerintah. Kawan seperjuangan Sukarno masa pergerakan Ali Sastroamidjojo, waktu itu menjabat perdana menteri, berusaha mencegah terjadinya skandal. Ali menyarankan agar Sukarno menjalin hubungan secara diam-diam, agar tak menjadi gosip nasional. Sukarno tak ambil pusing. Toh, pada akhirnya dia tetap memperistri Hartini. 


“Hubungan awal mereka pakai inisial nama Srihana dan Srihani untuk bersurat. Hubungan Bung Karno dan Hartini lantas di blow up ke publik oleh suratkabar Indonesia Raya,” ujar Arifin Suryo Nugroho, penulis buku Srihana-Srihani: Biografi Hartini Sukarno, kepada Historia. Berita ini menjadi isu panas selama sebulan lebih di Indonesia Raya.


Kedudukan Hartini terjepit dalam masalah-masalah keprotokolan dan pertemuan resmi. Dia tak bisa mengiringi Sukarno ke podium atau duduk bersama para menteri beserta istrinya. Pun Sukarno tak dapat memaksakan kedudukan demikian untuknya. Juga Hartini tak diperbolehkan memasuki Istana di Jakarta.


“Tetapi di Bogor Hartini berkuasa, dan dari sini ia dapat banyak mengontrol siapa-siapa yang boleh bertemu dengan Sukarno, tulis John David Legge dalam Sukarno: Biografi Politik.


Didekati PKI


Menurut Legge, Hartini merupakan pendamping terpenting Sukarno selama era Demokrasi Terpimpin. Sejak 1955, Hartini telah berkembang secara politik. Semula dia hanya berada di belakang layar. Menjelang dekade 1960-an, Hartini berusaha keras melayani Sukarno sebaik-baiknya, menjadi istri sekaligus teman politiknya.


Kadangkala Hartini muncul berpidato secara mendadak dalam pertemuan-pertemuan resmi. Lebih penting lagi, dia mengembangkan jalinan hubungan pribadinya dengan pemimpin-pemimpin partai maupun kelompok-kelompok yang mempunyai kepentingan sendiri.


“Mereka yang ingin sering bertemu Sukarno lebih senang mengusahakannya lewat Hartini,” tulis Legge.


Howard Jones dalam tugas diplomasinya merasa terbantu apabila melibatkan Hartini untuk mendekati Sukarno. Duta Besar AS ini bahkan berhasil membujuk Sukarno menampilkan untuk pertama kali Hartini ke tengah-tengah pergaulan Jakarta dan dengan faktual sebagai first lady. Juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia, Ganis Harsono mengatakan itu adalah keberhasilan Jones yang gemilang selama kariernya di Indonesia.


Akan tetapi Jones bukanlah satu-satunya orang yang mengerti Sukarno. Aidit dan Njoto, pemimpin PKI, tak tinggal diam. Mereka cepat berusaha pula mengambil hati Sukarno dengan mengangkat Hartini sebagai ketua kehormatan atau pelindung koonferensi-konferensi yang diilhami oleh PKI. Dan tak lama kemudian Hartini secara resmi diundang untuk berkunjung ke Pnom Penh, Hanoi, Peking, dan berbagai ibukota negara-negara Eropa Timur. Di semua tempat itu, Hartini diperlakukan sebagai the first lady Indonesia. Sejak kunjungan ini dan selanjutnya, Hartini kian dekat dengan Gerwani.


“Di saat inilah Presiden Sukarno merasa langsung terjepit antara Jones dan Ketua PKI Aidit. Pendeknya, antara Washington dan Moskow-Peking,” ujar Ganis dalam Cakrawala Politik Era Sukarno.


Tak hanya itu. Rosihan Anwar mencatat, Sukarno pernah kelimpungan ketika Hartini datang dari Bogor ke Jakarta menghadiri Kongres Wanita Perti di Gedung Pemuda. Kongres tersebut hendak memaklumatkan resolusi untuk menyatakan Hartini sebagai Ibu Negara.


“Mendengar hal itu, Sukarno langsung ke tempat kongres, mengambil Hartini dari sana dan menyuruh mengantarkannya balik ke Bogor,” kata Rosihan dalam Sejarah Kecil: Petite Histoire Indonesia Jilid 5.


Menurut Arifin, Hartini tak mempunyai peran politik yang cukup banyak karena Bung Karno memang membatasinya. Sukarno lebih memerlukan sosok Hartini sebagai istri dan sama sekali tak berkenan menariknya ke arena politik. Hal ini bisa dilihat menjelang akhir kekuasaan saat Sukarno banyak menghabiskan waktunya di Istana Bogor.


“Memang setelah lengsernya Bung Karno, Bu Har banyak dituduh sebagai orang yang dekat dengan negara kiri,” ujar Arifin. “Tapi semua itu karena Bu Har hadir dalam episode politik Demokrasi Terpimpin Bung Karno yang kebijakannya lebih banyak menjalin dengan negara-negara kiri seperti Tiongkok dan Soviet untuk menyikapi peta politik saat itu.”


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sebagai produk Perang Dingin, Gojira merepresentasikan kecemasan rakyat Jepang akan ancaman senjata nuklir dan kerusakan alam.
Sebagai produk Perang Dingin, Gojira merepresentasikan kecemasan rakyat Jepang akan ancaman senjata nuklir dan kerusakan alam.
Sosok kontroversial yang lahir dari keluarga fasis. Jurus-jurus politiknya mengubah wajah Formula One.
Sosok kontroversial yang lahir dari keluarga fasis. Jurus-jurus politiknya mengubah wajah Formula One.
Mulai dari nilai estetis hingga ekologis, taman-taman berdiri di berbagai belahan bumi; menghiasi babakan-babakan peradaban.
Mulai dari nilai estetis hingga ekologis, taman-taman berdiri di berbagai belahan bumi; menghiasi babakan-babakan peradaban.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Sejarah Indonesia tidak hitam-putih. Ada orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia, sebaliknya ada pribumi yang nyaman menjadi pegawai pemerintah Belanda.
Sejarah Indonesia tidak hitam-putih. Ada orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia, sebaliknya ada pribumi yang nyaman menjadi pegawai pemerintah Belanda.
transparant.png
bottom of page