Diperbarui: 2 hari yang lalu
KABAR kedekatan Sukarno dengan Hartini tidak lepas dari perhatian pemerintah. Kawan seperjuangan Sukarno masa pergerakan Ali Sastroamidjojo, waktu itu menjabat perdana menteri, berusaha mencegah terjadinya skandal. Ali menyarankan agar Sukarno menjalin hubungan secara diam-diam, agar tak menjadi gosip nasional. Sukarno tak ambil pusing. Toh, pada akhirnya dia tetap memperistri Hartini.
“Hubungan awal mereka pakai inisial nama Srihana dan Srihani untuk bersurat. Hubungan Bung Karno dan Hartini lantas di blow up ke publik oleh suratkabar Indonesia Raya,” ujar Arifin Suryo Nugroho, penulis buku Srihana-Srihani: Biografi Hartini Sukarno, kepada Historia. Berita ini menjadi isu panas selama sebulan lebih di Indonesia Raya.
Kedudukan Hartini terjepit dalam masalah-masalah keprotokolan dan pertemuan resmi. Dia tak bisa mengiringi Sukarno ke podium atau duduk bersama para menteri beserta istrinya. Pun Sukarno tak dapat memaksakan kedudukan demikian untuknya. Juga Hartini tak diperbolehkan memasuki Istana di Jakarta.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












