top of page

Ketua PSI Meninggal di Sukamiskin

Ini kisah tentang ketua PSI yang rela dipenjara demi memperjuangkan rakyat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jalan Adampe Dolot di Kotamobagu, Sulawesi Utara menjadi satu dari sekian yang mengabadikan nama pejuang asal Bolaang Mongondow. (Dishub Kotamobagu).

10 Sep 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Jun

RAJA Bolaang Uki, Hasan Iskandar van Gobel, suatu hari dapat satu permohonan bahwa ketua atau presiden Partai Sarekat Islam (PSI) –yang pada 1929 berganti nama menjadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)– ingin berpidato di hadapan ribuan rakyat Bolaang Uki. Maka sang raja langsung memanggil ketua PSI itu. Sebuah pembicaraan pun terjadi.


“Katakan saja padaku apa yang ingin kamu jelaskan kepada rakyat. Saya akan memberi tahu mereka tentang hal ini. Ketika kamu berbicara, orang-orangku yang bodoh mengira kamu adalah rajanya. Untuk menghindari kesalahpahaman seperti itu, saya tidak bisa mengizinkan Anda menyapa orang-orang di sini dan saya juga melarang Anda mendirikan cabang PSI di sini. Di sini kita tidak memerlukan partai agama. Dalam hal ini saya juga bisa memimpin rakyat saya,” kata raja kepada presiden PSI Bolang Mongondow yang bernama Adampe Dolot.


Raja Hasan merupakan penganut Islam, sama seperti Adampe Dolot. Menurut De Indische Courant, 19 Januari 1940, raja rajin pergi ke masjid. Raja Hasan menurut pihak Belanda tidak menginginkan adanya perpecahan rakyat di wilayahnya. Tentu saja penolakan itu mengecewakan Adampe Dolot. Lelaki yang kiprahnya telah dicatat koran berbahasa Belanda tahun 1940 dan 1928 ini sepak terjang politiknya tidak kaleng-kaleng. Sejak era 1920-an, Adampe telah aktif di Sarekat Islam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page