top of page

Kiai Pelihara Anjing

Ketua Muhammadiyah pernah memelihara anjing. Pendiri NU dibuat melompat oleh anjing itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

KH Mas Mansyur (duduk di tengah) bersama anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1937-1943. (Dok. PP Muhammadiyah).

5 Apr 2018
2 menit membaca

HESTI Sutrisno (38), muslimah bercadar ramai diberitakan karena memelihara sebelas anjing terlantar dan 32 kucing. Perbuatan baik itu menuai pujian sekaligus ancaman. Mereka yang keberatan meyakini bahwa orang Islam lebih baik tak memelihara anjing karena najis.


Namun, K.H. Mas Mansyur, ketua Muhammadiyah (1937-1943), pernah memelihara anjing betina jenis Keeshond. Anjing itu hadiah dari pemilik restoran Molenkamp, langganan Sukarno, di Pasar Baru, Jakarta.


Menurut Darul Aqsha dalam Kiai Haji Mas Mansur, 1896-1946: Perjuangan dan Pemikiran, seorang kiai memelihara anjing rupanya menjadi sorotan karena banyak yang beranggapan bahwa air liur binatang itu najis. Padahal, anjing dikisahkan dalam Alquran sebagai binatang yang menemani Ashabul Kahfi yang lari dari kejaran raja yang lalim.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page