top of page

Kipasko, Pasukan Komando Pertama di Indonesia

Pembentukan sebuah kompi pasukan komando yang menjadi cikal bakal Kopassus.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Alex Kawilarang dan Boyke Nainggolan, perintis Kipasko. Ilustrasi: Gun Gun/Historia

19 Apr 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Apr

HARI Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diperingati setiap 16 April. Kelahirannya  berpangkal dari Kesatuan Komando (Kesko) Tentara Teritorium III Siliwangi. Korps pasukan elite ini tidak lepas dari peran Kolonel Alex Evert Kawilarang, panglima Siliwangi saat itu.   


Pada 16 April 1952, Kawilarang meresmikan pembentukan Kesko. Dalam mencetak prajurit Kesko, Kawilarang dibantu Rokus Bernardus Visser sebagai instruktur. Visser yang kemudian lebih dikenal dengan nama Idjon Djanbi merupakan tentara Belanda jebolan Korps Pasukan Khusus (KST).


Dalam perkembangannya, pasukan elite Angkatan Darat ini mengalami serangkaian perubahan wajah. Kesko berganti menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD). Pada 1955, KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Ia kemudian bersalin nama lagi mulai dari Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus AD), Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), hingga saat ini Kopassus dengan ciri khas baret merahnya. Kopassus memiliki motto: “Berani, Benar, Berhasil”. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
transparant.png
bottom of page