- 19 Apr 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 15 Apr
DI PELABUHAN Ratu, latihan penyerbuan dari laut itu berlangsung tegang. Dalam skenario, para siswa peserta pelatihan dengan menggunakan beberapa perahu karet akan melancarkan penyerangan ke arah sebuah lapangan udara di muara Sungai Cimandiri. Namun saat tiba di tengah lautan, mendadak mereka disiram dengan peluru-peluru senapan mesin. Siapa gerangan yang melakukan manuver berbahaya tersebut? Tak lain dan tak bukan, dia adalah Mayor Mochammad Idjon Djanbi, instruktur utama mereka.
Yang mengagumkan, kendati peluru-peluru tajam itu ditembakan dari darat ke laut dalam situasi gelap gulita namun tetap terukur sehingga tak seorang prajurit pun terluka. “Kami hanya menyaksikan peluru-peluru itu jatuh tak lebih satu meter jaraknya dari perahu kami” kenang Marzoeki Soelaiman (89), salah seorang prajurit yang ikut dalam latihan tersebut.
Selain penyerangan dari laut, sebelumnya para siswa pelatihan pasukan khusus itu dibekali juga dengan pengetahuan survival, perang hutan, membaca gelombang, belajar mendayung secara efektif dan melancarkan penyerangan senyap.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















