top of page

Kesko Siliwangi, Cikal Bakal Kopassus

Terpesona sepak terjang Resimen Pasukan Khusus milik RMS, Siliwangi membentuk kesatuan komando yang dilatih oleh eks perwira militer Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para perwira utama KKAD dalam suatu brefing oleh Mayor M. Idjon Djanbi. (Majalah Baret Merah).

16 Apr 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 23 Feb

MALAM menuju puncaknya. Gulita membekap kawasan Asrama Militer Batujajar, Jawa Barat ketika sekelebat bayangan bergerak cepat di belakang pos penjagaan. Sejurus kemudian, dari bagian belakang, secara kilat bayangan hitam itu membekap prajurit penjaga pos. Sang prajurit tergagap. Dia coba melawan. Namun pitingan tangan yang kuat disertai ancaman pisau komando yang terhunus membuatnya tak bisa berkutik.


“Sang penyergap itu tak lain adalah Visser, instruktur sekaligus komandan kami. Dia memang begitu, nyaris setiap waktu selalu menguji kesiapsiagaan kami sebagai pasukan komando,” kenang almarhum Marzoeki Soelaiman, salah satu anak didik generasi pertama dari Roden Barendrecht Visser alias Mochamad Idjon Djanbi.


Marzoeki juga masih ingat bagaimana aksi Visser saat  melakukan latihan penyerbuan dari laut di Pelabuhan Ratu. Dalam skenario,  para siswa peserta pelatihan dengan menggunakan beberapa perahu karet akan melancarkan penyerangan ke arah sebuah lapangan udara di muara Sungai Cimandiri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page