- 3 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Feb
SEBUAH rumah di Jalan Papandayan, Bandung kedatangan tamu tak diundang pada suatu hari di tahun 1942. Perempuan pemilik rumah membukakan pintu dan mempersilahkan tamunya masuk.
“Apa-apaan ini?” tanya perempuan itu kepada tamu tak diundang itu.
“Sudahlah, Mam, sudahlah,” kata pemuda yang pulang di waktu yang tak tepat itu.
Si perempuan itu lalu memanggil suaminya di kamar. Perempuan itu menghampiri pemuda itu lagi dan memberi peringatan kepada anak laki-laki satu-satunya itu.
“Kamu bisa ditembak mati kalau tertangkap lagi. Ayo kembali saja ke sana,” perintah ibu itu kepada anaknya supaya kembali ke kamp tawanan militer Jepang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












