top of page

Kisah Kapten Konig, Senior I Gusti Ngurah Rai

Kapten Konig, komandan tentara Belanda di Bali, mengerahkan pasukan ke Pertempuran Margarana yang menewaskan "juniornya" I Gusti Ngurah Rai.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Situasi Puputan Margarana, tempat pertempuran Kapten Konig melawan Letkol I Gusti Ngurah Rai. Di sanalah I Gusti Ngurah Rai gugur. (Repro Album Perang Kemerdekaan).

27 Jan 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

UNTUK kesekian kalinya, pada 1946 Kapten Johan Bernard Theodor Konig (1907-1985) harus bertugas lagi di Bali. Tugasnya di Bali sebelum itu yakni pada 1941, menjelang Jepang Datang. Koran De Sumatra Post tanggal 3 Desember 1941 menyebut, Kapten Konig dipindahkan dari Singaraja ke Malang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page