top of page

Surat I Gusti Ngurah Rai Harus Kembali ke Bali!

Surat Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai tak seharusnya berada di Arsip Nasional Den Haag. Ini hanya satu contoh yang mencerminkan langgengnya perspektif kolonial dalam masyarakat Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

3 Jan 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 12 Agu 2025

SURAT yang dibuat Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai itu berasal dari tahun 1946. Dokumen tersebut kini disimpan di Arsip Nasional Belanda di Den Haag. Kala itu, Indonesia baru merdeka pada 17 Agustus 1945, Ngurah Rai yang berasal dari Puri Carangsari, Kabupaten Badung, Pulau Bali itu, telah berusia 28 tahun. Ia menyikapi seruan Presiden Sukarno untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Bali. Surat itu adalah bagian dari perjuangannya.


Ditujukan kepada raja-raja di Pulau Bali, dokumen ini ditulis pasca 2 Maret 1946, setelah sekitar dua ribu tentara kerajaan Hindia Belanda (KNIL) mendarat di Bali. Ngurah Rai mengajak para raja mendukung revolusi kemerdekaan Indonesia. Dalam suasana revolusi itu, Letnan Kolonel Ngurah Rai membuka tulisannya dengan kata “Merdeka!”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page