top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Agung Jambe Dibunuh dan Kerisnya Dirampas

Dari Puputan Klungkung setidaknya ada keris yang dirampas Belanda. Diperkirakan keris itu milik Raja Dewa Agung Jambe II yang gugur dalam puputan tersebut.

23 Nov 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Keris Klungkung, satu dari sekian banyak benda bersejarah Nusantara yang akan dikembalikan Belanda ke Indonesia. (Riyono Rusli/Historia)

KOLEKSI museum dengan nomor inventaris RV-3600-193 itu berasal dari Bali. Gagang dan sarungnya sudah cukup untuk menunjukkan benda itu khas Bali. Ya, benda dengan gagang berhias permata itu merupakan keris yang sudah lama menjadi bagian dari koleksi Nationaal Museum van Wereldculturen (Museum Nasional Kebudayaan Dunia) di Negeri Belanda. Benda ini termasuk pusaka yang akan dikembalikan ke Indonesia.


Bagaimana keris asal Bali itu bisa sampai ke Negeri Belanda, kemungkinan terbesarnya adalah ia dibawa setelah dirampas oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda alias Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) pada April 1908. Ada dugaan keris itu milik Dewa Agung Jambe II, penguasa Klungkung. Pada Maret 1909, keris itu dibawa ke Museum Etnografi Akademi Militer Kerajaan (KMA) di Breda, lalu di tahun 1956 menjadi koleksi Museum Volkenkunde.


April 1908 adalah bulan yang panas antara tentara Belanda dengan orang-orang Bali di Klungkung. Pemerintah Hindia Belanda menginginkan Kerajaan Klungkung menjadi daerah pembayar pajak. Pada 18 April 1908, rumah candu dibakar di Gelgel dan mantri candu yang bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda juga dibunuh. Buku Sejarah Daerah Bali mennginformasikan, pihak Belanda lalu menuduh Cokorda Gelgel sebagai otak dari peristiwa tadi. Cokorda Gelgel adalah paman dari Dewa Agung Jambe II. Pemerintah Belanda lalu mengirim pasukan KNIL ke sana.


Sosok Agung Jambe dikenal pihak Belanda di Bali sebagai orang paling berani terhadap Belanda. Dialah yang menjadi pemimpin perlawanan. Agung Jambe didukung para kerabatnya serta penghuni sekitar puri tempatnya tinggal.


Sebelum memasuki daerah pertahanan laskar Klungkung, pasukan KNIL memberikan tembakan-tembakan artileri terlebih dulu. Koran De Preanger-bode tanggal 27 April 1908  memberitakan, tembakan artileri Angkatan Laut (AL) Belanda itu mengarah ke pertahanan Klungkung. Agung Jambe dan pengikutnya hanya bertahan di dalam sebuah lubang besar ketika ditembaki artileri AL itu.


Raja Dewa Agung Jambe II dilaporkan sempat mengirim pesan kepada pejabat Belanda, meminta tembakan dihentikan. Namun, permintaanitu ditolak. Belanda tak akan berhenti menembak sampai Agung Jambe menyerah. Lantaran tembakan menakutkan itulah, seorang kerabat Agung Jambe memilih kabur dan masuk perlindungan pihak Belanda.


Sekitar malam 22 April 1908, laskar Klungkung menyerang sebuah jembatan di perbatasan Gianyar. Namun mereka dihalau oleh pasukan infanteri KNIL.



Perang penghabisan —yang biasa disebut puputan— terjadi pada 28 April 1908. Dalam Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Daerah Bali, Made Sutaba dkk. menyebut Dewa Agung Jambe II bersama 108 pengikutnya terbunuh dalam Puputan Klungkung itu. Mayat-mayat bergelimang di sekitar Puri Smarapura. Beberapa anggota keluarga Agung Jambe, di antaranya keenam istrinya, bunuh diri dalam puputan itu.


Pada 30 April 1908, jenazah Dewa Agung Jambe II beserta pengikut yang gugur diabukan lalu dilarung ke Sungai Unda agar terbawa ke laut. Setelahnya, Klungkung dianggap aman. Koran De Preanger-bode tanggal 1 Mei 1908 menyebut setelah penyerangan 28 April itu hampir tak ada perlawanan berarti, kecuali tujuh tembakan.


Selain Klungkung, kerajaan-kerajaan Bali lain juga diduduki tentara KNIL. Pendudukan Bali itu dipimpin oleh Jenderal Mayor Marinus Bernardus Rost van Tonningen (1852-1927). Dia adalah ayah dari Meinoud Rost van Tonningen, salah satu tokoh fasis Belanda yang dalam Perang Dunia II bekerja sama dengan tentara Nazi Jerman di Negeri Belanda.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Kisah Wanita Paling Mematikan di Italia

Kisah Wanita Paling Mematikan di Italia

Produk kecantikan yang digandrungi perempuan Italia ternyata racun yang diramu oleh perempuan yang dijuluki perempuan paling mematikan.
Virus Nipah yang Bikin Resah

Virus Nipah yang Bikin Resah

Kasusnya pertamakali muncul di peternakan-peternakan babi di Malaysia tiga dekade silam. Lebih dari satu juta babi sampai dimusnahkan untuk menyetop penyebarannya.
Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian III–Habis)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian III–Habis)

Teuku Hamid Azwar memimpin CTC yang punya gedung tertinggi di Jakarta hingga turut membangun Sarinah. Pernah dua kali menolak kursi menteri Sukarno.
Ilmuwan Perang Dunia II dalam Pengembangan AI

Ilmuwan Perang Dunia II dalam Pengembangan AI

Alan Turing dikenal sebagai ilmuwan yang berperan dalam kemenangan Sekutu di Perang Dunia II. Gagasannya mengenai mesin cerdas menjadi awal pengembangan kecerdasan buatan.
Setelah Gowa Dihidupkan, Musuh Dijadikan Raja

Setelah Gowa Dihidupkan, Musuh Dijadikan Raja

Kendati pernah melawan Belanda, saudara raja Gowa ini akhirnya dijadikan raja oleh Belanda.
bottom of page