- 23 Nov 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr
KOLEKSI museum dengan nomor inventaris RV-3600-193 itu berasal dari Bali. Gagang dan sarungnya sudah cukup untuk menunjukkan benda itu khas Bali. Ya, benda dengan gagang berhias permata itu merupakan keris yang sudah lama menjadi bagian dari koleksi Nationaal Museum van Wereldculturen (Museum Nasional Kebudayaan Dunia) di Negeri Belanda. Benda ini termasuk pusaka yang akan dikembalikan ke Indonesia.
Bagaimana keris asal Bali itu bisa sampai ke Negeri Belanda, kemungkinan terbesarnya adalah ia dibawa setelah dirampas oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda alias Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) pada April 1908. Ada dugaan keris itu milik Dewa Agung Jambe II, penguasa Klungkung. Pada Maret 1909, keris itu dibawa ke Museum Etnografi Akademi Militer Kerajaan (KMA) di Breda, lalu di tahun 1956 menjadi koleksi Museum Volkenkunde.
April 1908 adalah bulan yang panas antara tentara Belanda dengan orang-orang Bali di Klungkung. Pemerintah Hindia Belanda menginginkan Kerajaan Klungkung menjadi daerah pembayar pajak. Pada 18 April 1908, rumah candu dibakar di Gelgel dan mantri candu yang bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda juga dibunuh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















