Diperbarui: 10 Jun 2025
BANYAK orang tentu sudah tak asing dengan cerita Mata Hari, salah satu mata-mata perempuan paling tersohor di masa Perang Dunia I. Wanita bernama Margaretha Geertruida Zelle itu menjadi agen rahasia Jerman dengan sandi H-21.
Kecantikan dan kepiawaiannya menari membuat banyak pria tergila-gila kepada Mata Hari. Dengan mengandalkan hal tersebut, ia mengorek informasi dari para perwira Sekutu di Prancis. Dukut Imam Widodo dalam Hikajat Soerabaia Tempo Doeloe menulis bahwa popularitas yang dimilikinya sebagai seorang penari terkenal membuat Mata Hari memiliki koneksi yang luas hingga menjangkau para jenderal perang. Untuk mendapatkan informasi, Mata Hari biasanya akan mencuri dengar percakapan para petinggi militer ketika mereka tengah santai sambil minum-minum di bar.
“Selesai menari Mata Hari mendatangi meja para petinggi militer. Sambil menuangkan minuman ke gelas sloki, ia meminta dipangku seraya merangkul manja. Tak jarang setelah bar itu tutup ia pun dibawa pergi oleh salah seorang di antara mereka. Setelah itu, Mata Hari pergi menemui Clara Benedix dan Von Kalle, Atase Militer Jerman di Madrid,” tulis Dukut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















