top of page

Kisah Taruna Sim, Nas, dan Alex

Pengalaman tiga pemuda pribumi yang mencoba peruntungan di Akademi Militer Belanda di Bandung. Kelak, mereka menjadi petinggi dalam militer Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

T.B. Simatupang bersama para taruna Belanda di KMA Bandung. (Repro Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos).

5 Des 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 23 Feb

NEGERI Belanda luluh lantak ketika Jerman mendudukinya pada 1940. Begitulah Angkatan Perang Kerajaan Belanda hancur lebur tanpa perlawanan dalam Perang Dunia II. Imbasnya sampai ke wilayah jajahan, Hindia Belanda. Pemerintah kolonial kekurangan opsir untuk menata pasukan tentara kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Demi memenuhi kebutuhan itu, pemerintah kolonial membuka Akademi Militer Belanda (KMA) di Bandung. Baik orang-orang Belanda maupun pribumi diterima masuk KMA untuk mengenyam pendidikan perwira.


Bermodal ijazah AMS (setara SMA), pemuda Tahi Bonar Simatupang mendaftar ke KMA. Keputusan Simatupang mengikuti seleksi KMA sebenarnya perjudian besar. Dia nekat mengubur cita-citanya melanjutkan studi ke sekolah tinggi kedokteran. Lagipula, postur tubuhnya yang kecil agak kurang cocok menjadi tentara. Di benak Simatupang kala itu hanya ingin membuktikan ketidakbenaran sebuah mitos. Ada anggapan umum saat itu bahwa kaum pribumi seperti dirinya tidak layak menjadi tentara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page